Cast :
Nina
(author)
Kim Taehyung
(V BTS)
Lee Hongbin
(Vixx)
Hyung Won
(Monsta X)
Baekhyun
(EXO)
Note :
Maafkan jika ada yang ga nyambung he..he..he.. Harap maklum I'm very very
newbie. Kritik&saran silakan komen di kolom komen tapi dengan bahasa yang
baik dan benar ya. Jangan sarkasme! :)
yang tulisan
italic berarti ngomong dalem hati.
Part
II
“Nina-ya hari ini hari
Minggu, kau ada acara kah ?” tanya Baekhyun.
“Ti..tidak ada.
Ke..kenapa?” jawab Nina masih agak takut.
“Ah! Kalau begitu
bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain?” sahut Taehyung dengan semangat.
“Ya! Ingatlah kau itu
idol. Mustahil untuk kita pergi ke tempat yang ramai seperti itu. Bukannya kita
bersenang-senang malah jadi fansign dadakan disana.” Tukas Hyungwon.
“Aah naneun kagosipta.
Aku sudah lama tidak ke taman bermain.” Rengek Taehyung dengan manja.
“Lalu kau Nina ingin
kemana hari ini?” tanya Hongbin sambil membereskan piring kotor bekas sarapan
yang ada di meja makan.
“Hmm.. Meola. Mungkin
aku ingin tidur seharian hari ini. Dan membuktikan kalau ini hanyalah mimpi”
dengan bergumam sedikit di kata terakhir.
“Eii.. Chemiopsso.
Membosankan sekali hidupmu. Seharusnya kau manfaatkan hari liburmu untuk
refreshing otakmu itu yang sudah lelah dengan materi kuliah. Kalau kau begini
terus kau akan cepat menua. Hahah” goda Taehyung yang diikutin tawa Baekhyun
dan dengan senyuman Hongbin. Hyungwon pun ikut tertawa sepersekian detik.
***
Jam sudah menunjukkan pukul
11 siang. Hyungwon mendengarkan musik sembari tertidur di sofa. Baekhyun dan
Taehyung bermain video game di ruang depan.
“Nina, kau tidak
apa-apa kan ?” Hongbin mencoba untuk mendekati Nina yang masih tidak percaya
dengan keadaan ini.
Tak ada jawaban dari
Nina yang sedari tadi tidur meringkuk dengan selimut yang menyelimuti seluruh
badannya. Hongbin mencoba untuk duduk di sisi pinggir tempat tidur Nina dan
mencoba untuk menenangkan Nina. Akhirnya Nina bangun dan mencoba untuk
memberanikan diri berbicara dengan Hongbin.
“Hmm.. karna kau lebih
tua dariku. Oppa, bisakah kau jelaskan akan situasi ini? Aku masih tak mengerti
kenapa kalian bisa disini, dirumahku.” Nina mencoba untuk bertanya untuk
mencari kejelasan dari situasi ini.
“Ok. Aku akan menjelaskan
semuanya.” Jawab Hongbin dengan nada lembut.
“Dengan
sejelas-jelasnya. Dan apa itu tadi.. ah kalian adalah butlerku? Itukan cuma ada
di manga.”(Nina)
“Ya. Benar, kita
berempat diutus untuk menjadi butlermu di bumi. Untuk menjagamu” (Hongbin)
“Diutus? Siapa yang
mengutus kalian terus kenapa aku dikirim butler. Padahal aku baik baik saja
selama ini” Nina masih tak mngerti dengan jawaban Hongbin.
“Kalau kau menanyakan
siapa yang mengutus kami. Aku tak bisa menjawabnya. Yang jelas kami berempat
menjadi butlermu untuk menjagamu. Mungkin memang kau merasa selama ini baik
baik saja. Tapi sebenarnya kau butuh teman yang bisa melindungimu dari berbagai
kejahatan diluar sana.”
“Aku masih tak
mengerti. Sudahlah aku tak peduli. Oppa, bisakah kau tingalkan aku sendiri? Aku
butuh waktu sendirian untuk sekarang” pinta Nina yang masih tak mngerti dengan
penjelasan Hongbin.
“Eum.. Arasseo” Hongbin
meninggalkan Nina sendiri dikamar.
1 jam berlalu.
“Nina kau mau pergi
kemana ?”tanya Hongbin yang melihat Nina keluar kamar dengan pakaian casual
t-shirt yang ditutupi jaket bomber dipadukan celana ripped jins hitam dan tas
slempang berbentuk kotak dengan ukuran mini dan sneaker.
“Aku ada janji dengan
temanku.”
“Tunggu sebentar biar
aku temani” cegah Hongbin.
“Ttaeso. Aku bisa pergi
sendiri. Tara ujima (jangan ikuti aku)” Nina langsung keluar dari apartemennya.
Nina
pergi menuju salah satu mall. Diam-diam Hongbin, Baekhyun, Taehyung dan
Hyungwon mengikutinya dari belakang. Nina berbohong soal ada janji dengan
temannya. Nyatanya ia hanya pergi sendiri seharian itu dan keempat pria
tersebut juga mengikutinya seharian. Nina tiba dirumah, anehnya keempat pria
tersbut sudah tiba duluan dirumah. Namun, karena Nina tidak menyadari bahwa ia
diikuti butlernya seharian jadi Nina tidak merasa aneh.
Jam
waktu tidur tiba. Nina bergegas untuk tidur dan mencoba untuk membuktikan bahwa
ini hanyalah mimpi. Namun, apa yang terjadi? Pagi hari Nina bangun dan langsung
mengecek seisi rumahnya. Tentu saja ia mendapatkan butlernya sedang duduk di
meja makan.
“Selamat pagi tuan
putri. Kau sudah bangun? Ayo kita sarapan” ajak Taehyung.
“Mwoya?? Heol! Kenapa kalian
masih ada disini??” Nina melongo kaget.
“Apa yang kau bicarakan?
Sudah ayo kita sarapan jangan buat Hyungwon mengomel karena kelaparan.”
Taehyung bangkit dari duduknya dan menarik Nina agar duduk dan sarapan.
“Mwoya igee. Apakah ini
benar-benar nyata? Jadi ini bukan mimpi?? Heol!” gumam Nina sambil menggigit
sepotong roti tawar.
“Nina, hari ini kau
kuliah kan?” tanya Hongbin.
“AH! Matta. Jam berapa
sekarang?” Nina langsung melihat jam dinding yang menunjukkan jam 8 pagi.
“Haduh telat.” Nina
bergegas ke kamar mandi.
“Nina.. habiskan dulu
sarapannya.” Ujar Hongbin khawatir.
Sudah mandi sudah
berpakaian rapi dengan tas ransel di punggungnya buru-buru ia memakai sepatu.
“Aku sudah terlambat. Aku
pergi dulu. Jaga rumahku dengan baik” Nina pergi keluar apartemennya dan
berlari menuju halte bis.
Untunglah dosen mata
kuliah pagi ini agak telat datang. Jadi walaupun Nina sebenarnya telat tapi
dosennya belum ada diruang kelas.
Dengan nafas yang masih
terengah-engah Nina duduk dibangku belakang. Tiba-tiba saja kelas menjadi
ribut. Nina mengira dosen sudah tiba. Namun, apa yang dilihat Nina adalah 4
pria yang ada dirumahnya masuk kekelasnya dan mencarinya. Taehyung yang melihat
Nina menunjuk-nunjuk ke arah Nina sembari memberitahu hyung-hyungnya. Baekhyun melambaikan
tangan ke arah Nina dan Hongbin melempar senyum manisnya kearah Nina. Dan keempat
pria tersebut langsung menuju kearah tempat duduk Nina. Nina duduk diampit 4
pria tersebut. Nina merasa tak nyaman dilihat oleh teman-temannya sambil
membicarakannya dengan berbisik-bisik.
“Mwoya.. kenapa kalian
ada disini???”
Tak lama sang dosen pun
tiba dikelas. Kelas menjadi tenang dan perkuliahan pun dimulai. Jam mata kuliah
pagi telah usai. Nina buru-buru bergegas pergi. Dengan berjalan cepat dan
menutupi wajahnya dengan topi ia menuju ke kantin. Niat kabur dari keempat
butlernya, tapi mereka bisa dengan mudah menemukannya.
“Kenapa kau mesti berlari
kabur? Bikin sulit saja” Hyungwon mengomel dengan nafas terngah-engah karena
mengejar Nina.
“Sedang apa kalian
disini? Kenapa kalian ada disini?” Tanya Nina dan berhenti makan.
“Ya kuliah lah.” Jawab
Hyungwon.
“Sejak kapan kalian kuliah
disini?? Aku tak tahu” Nina keheranan.
“Kita datang untuk
mengawalmu.” Jawab Hongbin.
“Aissh. Kalian lihat? Orang-orang
sekarang sedang melihat kesini. Kalian bikin gaduh satu kampus tau gak!?” bisik
Nina.
“Jangan hiraukan
mereka. Kau masih ada jam kuliah hari ini?” tanya Hongbin. Baekhyun dan
Taehyung sibuk makan dengan lahap.
“Ada satu lagi nanti
siang. Kalian pulanglah kerumah. Aku tak perlu dikawal. Macam anak presiden
saja”
“Gak bisa. Kita harus
terus selalu ada didekatmu.” Jawab baekhyun dengan nada tidak jelas karena
berbicara sambil mengunyah makanan.
“Benar Nina kita harus
selalu ada didekatmu” kata Hongbin.
“Aish. Yasudah terserah
kalian. Tapi jangan terlalu dekat. Mengerti? Aku tak mau jadi perhatian
orang-orang. Jarak 10 meter kurasa cukup untuk mengawasiku.”
“No. No. Itu terlalu
jauh. Kami harus ada disampingmu.” Jelas Taehyung.
“Kalian gila ya?”
“Bagaimana kalau jarak
5 meter?” tanya Baekhyun mencoba sebagai penengah.
“Aaah meolla! Terserah kalian
saja” tegas Nina lalu pergi meninggalkan mereka.
Jam kuliah terakhir
hari ini telah selesai sore hari. Nina bergegas pulang tidak lupa dibelakangnya
dengan jarak 5 meter darinya 4 pria itu mengikuti Nina.
“Nina bagaimana kalau
kita ke tempat bermain sebentar. Aku pusing tadi belajar apa aku tidak
mengerti.” Taehyung dan Baekhyun dengan tiba-tiba melanggar perjanjian mereka
dengan mendekati Nina. Nina sontak kaget.
“Sireo. Aku lelah. Kalian
berdua pergi kebelakang. Ingat! 5 meter!”
“Eiiy ayolah kita
bermain sebentar. Karokean gimana ? ya.. ya.. ya.” Bujuk Baekhyun.
“Sudahlah kau sebaiknya
menurut apa kata mereka berdua. Mereka takkan berhenti mengganggumu jika kau
tidak menuruti perkataan mereka berdua. “ ujar Hyungwon.
“Benar Nina. Ayo kita
bermain dulu.” Ajak Hongbin dengan senyuman manisnya yang membuat Nina menjadi
luluh.
Akhirnya mereka berlima
pergi ke taman bermain sebentar. Karena terlalu menyenangkan akhirnya Nina dapat menyatu dengan mereka. Mereka
berlima tertawa dan bercanda bersama. Setelah lelah dengan permainan dan juga
matahari sudah tenggelam dan bulan sudah muncul dilangit mereka pergi pulang. Di
bis, Nina terlalu kelelahan hingga ia tertidur di bis. Hongbin menggendongnya dipunggungnya sesampainya dihalte dekat apartemen Nina. Hyungwon menjaga mereka
dari belakang. Baekhyun dan Taehyung membawa barang-barang Nina dan berjalan
dengan lunglai didepan Hongbin.
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar