Rabu, 28 September 2016

BUTLER pt.2



Cast :
Nina (author)
Kim Taehyung (V BTS)
Lee Hongbin (Vixx)
Hyung Won (Monsta X)
Baekhyun (EXO)

Note : Maafkan jika ada yang ga nyambung he..he..he.. Harap maklum I'm very very newbie. Kritik&saran silakan komen di kolom komen tapi dengan bahasa yang baik dan benar ya. Jangan sarkasme! :)
yang tulisan italic berarti ngomong dalem hati. 

Part II
“Nina-ya hari ini hari Minggu, kau ada acara kah ?” tanya Baekhyun.
“Ti..tidak ada. Ke..kenapa?” jawab Nina masih agak takut.
“Ah! Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain?” sahut Taehyung dengan semangat.
“Ya! Ingatlah kau itu idol. Mustahil untuk kita pergi ke tempat yang ramai seperti itu. Bukannya kita bersenang-senang malah jadi fansign dadakan disana.” Tukas Hyungwon.
“Aah naneun kagosipta. Aku sudah lama tidak ke taman bermain.” Rengek Taehyung dengan manja.
“Lalu kau Nina ingin kemana hari ini?” tanya Hongbin sambil membereskan piring kotor bekas sarapan yang ada di meja makan.
“Hmm.. Meola. Mungkin aku ingin tidur seharian hari ini. Dan membuktikan kalau ini hanyalah mimpi” dengan bergumam sedikit di kata terakhir.
“Eii.. Chemiopsso. Membosankan sekali hidupmu. Seharusnya kau manfaatkan hari liburmu untuk refreshing otakmu itu yang sudah lelah dengan materi kuliah. Kalau kau begini terus kau akan cepat menua. Hahah” goda Taehyung yang diikutin tawa Baekhyun dan dengan senyuman Hongbin. Hyungwon pun ikut tertawa sepersekian detik.
***


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Hyungwon mendengarkan musik sembari tertidur di sofa. Baekhyun dan Taehyung bermain video game di ruang depan.
“Nina, kau tidak apa-apa kan ?” Hongbin mencoba untuk mendekati Nina yang masih tidak percaya dengan keadaan ini.
Tak ada jawaban dari Nina yang sedari tadi tidur meringkuk dengan selimut yang menyelimuti seluruh badannya. Hongbin mencoba untuk duduk di sisi pinggir tempat tidur Nina dan mencoba untuk menenangkan Nina. Akhirnya Nina bangun dan mencoba untuk memberanikan diri berbicara dengan Hongbin.
“Hmm.. karna kau lebih tua dariku. Oppa, bisakah kau jelaskan akan situasi ini? Aku masih tak mengerti kenapa kalian bisa disini, dirumahku.” Nina mencoba untuk bertanya untuk mencari kejelasan dari situasi ini.
“Ok. Aku akan menjelaskan semuanya.” Jawab Hongbin dengan nada lembut.
“Dengan sejelas-jelasnya. Dan apa itu tadi.. ah kalian adalah butlerku? Itukan cuma ada di manga.”(Nina)
“Ya. Benar, kita berempat diutus untuk menjadi butlermu di bumi. Untuk menjagamu” (Hongbin)
“Diutus? Siapa yang mengutus kalian terus kenapa aku dikirim butler. Padahal aku baik baik saja selama ini” Nina masih tak mngerti dengan jawaban Hongbin.
“Kalau kau menanyakan siapa yang mengutus kami. Aku tak bisa menjawabnya. Yang jelas kami berempat menjadi butlermu untuk menjagamu. Mungkin memang kau merasa selama ini baik baik saja. Tapi sebenarnya kau butuh teman yang bisa melindungimu dari berbagai kejahatan diluar sana.”
“Aku masih tak mengerti. Sudahlah aku tak peduli. Oppa, bisakah kau tingalkan aku sendiri? Aku butuh waktu sendirian untuk sekarang” pinta Nina yang masih tak mngerti dengan penjelasan Hongbin.
“Eum.. Arasseo” Hongbin meninggalkan Nina sendiri dikamar.
1 jam berlalu.
“Nina kau mau pergi kemana ?”tanya Hongbin yang melihat Nina keluar kamar dengan pakaian casual t-shirt yang ditutupi jaket bomber dipadukan celana ripped jins hitam dan tas slempang berbentuk kotak dengan ukuran mini dan sneaker.
“Aku ada janji dengan temanku.”
“Tunggu sebentar biar aku temani” cegah Hongbin.
“Ttaeso. Aku bisa pergi sendiri. Tara ujima (jangan ikuti aku)” Nina langsung keluar dari apartemennya.
 
Nina pergi menuju salah satu mall. Diam-diam Hongbin, Baekhyun, Taehyung dan Hyungwon mengikutinya dari belakang. Nina berbohong soal ada janji dengan temannya. Nyatanya ia hanya pergi sendiri seharian itu dan keempat pria tersebut juga mengikutinya seharian. Nina tiba dirumah, anehnya keempat pria tersbut sudah tiba duluan dirumah. Namun, karena Nina tidak menyadari bahwa ia diikuti butlernya seharian jadi Nina tidak merasa aneh. 

Jam waktu tidur tiba. Nina bergegas untuk tidur dan mencoba untuk membuktikan bahwa ini hanyalah mimpi. Namun, apa yang terjadi? Pagi hari Nina bangun dan langsung mengecek seisi rumahnya. Tentu saja ia mendapatkan butlernya sedang duduk di meja makan.

“Selamat pagi tuan putri. Kau sudah bangun? Ayo kita sarapan” ajak Taehyung.
“Mwoya?? Heol! Kenapa kalian masih ada disini??” Nina melongo kaget.
“Apa yang kau bicarakan? Sudah ayo kita sarapan jangan buat Hyungwon mengomel karena kelaparan.” Taehyung bangkit dari duduknya dan menarik Nina agar duduk dan sarapan.
“Mwoya igee. Apakah ini benar-benar nyata? Jadi ini bukan mimpi?? Heol!” gumam Nina sambil menggigit sepotong roti tawar.
“Nina, hari ini kau kuliah kan?” tanya Hongbin.
“AH! Matta. Jam berapa sekarang?” Nina langsung melihat jam dinding yang menunjukkan jam 8 pagi.
“Haduh telat.” Nina bergegas ke kamar mandi.
“Nina.. habiskan dulu sarapannya.” Ujar Hongbin khawatir.

Sudah mandi sudah berpakaian rapi dengan tas ransel di punggungnya buru-buru ia memakai sepatu.

“Aku sudah terlambat. Aku pergi dulu. Jaga rumahku dengan baik” Nina pergi keluar apartemennya dan berlari menuju halte bis.
Untunglah dosen mata kuliah pagi ini agak telat datang. Jadi walaupun Nina sebenarnya telat tapi dosennya belum ada diruang kelas.
 

Dengan nafas yang masih terengah-engah Nina duduk dibangku belakang. Tiba-tiba saja kelas menjadi ribut. Nina mengira dosen sudah tiba. Namun, apa yang dilihat Nina adalah 4 pria yang ada dirumahnya masuk kekelasnya dan mencarinya. Taehyung yang melihat Nina menunjuk-nunjuk ke arah Nina sembari memberitahu hyung-hyungnya. Baekhyun melambaikan tangan ke arah Nina dan Hongbin melempar senyum manisnya kearah Nina. Dan keempat pria tersebut langsung menuju kearah tempat duduk Nina. Nina duduk diampit 4 pria tersebut. Nina merasa tak nyaman dilihat oleh teman-temannya sambil membicarakannya dengan berbisik-bisik.
“Mwoya.. kenapa kalian ada disini???”
Tak lama sang dosen pun tiba dikelas. Kelas menjadi tenang dan perkuliahan pun dimulai. Jam mata kuliah pagi telah usai. Nina buru-buru bergegas pergi. Dengan berjalan cepat dan menutupi wajahnya dengan topi ia menuju ke kantin. Niat kabur dari keempat butlernya, tapi mereka bisa dengan mudah menemukannya.
“Kenapa kau mesti berlari kabur? Bikin sulit saja” Hyungwon mengomel dengan nafas terngah-engah karena mengejar Nina.
“Sedang apa kalian disini? Kenapa kalian ada disini?” Tanya Nina dan berhenti makan.
“Ya kuliah lah.” Jawab Hyungwon.
“Sejak kapan kalian kuliah disini?? Aku tak tahu” Nina keheranan.
“Kita datang untuk mengawalmu.” Jawab Hongbin.
“Aissh. Kalian lihat? Orang-orang sekarang sedang melihat kesini. Kalian bikin gaduh satu kampus tau gak!?” bisik Nina.
“Jangan hiraukan mereka. Kau masih ada jam kuliah hari ini?” tanya Hongbin. Baekhyun dan Taehyung sibuk makan dengan lahap.
“Ada satu lagi nanti siang. Kalian pulanglah kerumah. Aku tak perlu dikawal. Macam anak presiden saja”
“Gak bisa. Kita harus terus selalu ada didekatmu.” Jawab baekhyun dengan nada tidak jelas karena berbicara sambil mengunyah makanan.
“Benar Nina kita harus selalu ada didekatmu” kata Hongbin.
“Aish. Yasudah terserah kalian. Tapi jangan terlalu dekat. Mengerti? Aku tak mau jadi perhatian orang-orang. Jarak 10 meter kurasa cukup untuk mengawasiku.”
“No. No. Itu terlalu jauh. Kami harus ada disampingmu.” Jelas Taehyung.
“Kalian gila ya?”
“Bagaimana kalau jarak 5 meter?” tanya Baekhyun mencoba sebagai penengah.
“Aaah meolla! Terserah kalian saja” tegas Nina lalu pergi meninggalkan mereka.

Jam kuliah terakhir hari ini telah selesai sore hari. Nina bergegas pulang tidak lupa dibelakangnya dengan jarak 5 meter darinya 4 pria itu mengikuti Nina.

“Nina bagaimana kalau kita ke tempat bermain sebentar. Aku pusing tadi belajar apa aku tidak mengerti.” Taehyung dan Baekhyun dengan tiba-tiba melanggar perjanjian mereka dengan mendekati Nina. Nina sontak kaget.
“Sireo. Aku lelah. Kalian berdua pergi kebelakang. Ingat! 5 meter!”
“Eiiy ayolah kita bermain sebentar. Karokean gimana ? ya.. ya.. ya.” Bujuk Baekhyun.
“Sudahlah kau sebaiknya menurut apa kata mereka berdua. Mereka takkan berhenti mengganggumu jika kau tidak menuruti perkataan mereka berdua. “ ujar Hyungwon.
“Benar Nina. Ayo kita bermain dulu.” Ajak Hongbin dengan senyuman manisnya yang membuat Nina menjadi luluh.

Akhirnya mereka berlima pergi ke taman bermain sebentar. Karena terlalu menyenangkan  akhirnya Nina dapat menyatu dengan mereka. Mereka berlima tertawa dan bercanda bersama. Setelah lelah dengan permainan dan juga matahari sudah tenggelam dan bulan sudah muncul dilangit mereka pergi pulang. Di bis, Nina terlalu kelelahan hingga ia tertidur di bis. Hongbin menggendongnya dipunggungnya sesampainya dihalte dekat apartemen Nina. Hyungwon menjaga mereka dari belakang. Baekhyun dan Taehyung membawa barang-barang Nina dan berjalan dengan lunglai didepan Hongbin. 


BERSAMBUNG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar