Cast :
Hwang Soo-Ah
Park Jimin
Kim Jongin
Ha Sungwoon
Lee Taemin
Bella Kim
Son Naeun
Di beberapa mata kuliah aku dan Jimin sering bertemu. Ya, mungkin dia juga mengambil mata kuliah yang sama denganku secara kebetulan. Hingga suatu hari.....
"Jangan lupa tugas kelompoknya dua minggu lagi setiap kelompok harus presentasi. Kelompoknya kalian yang bentuk sendiri. Sekian kuliah hari ini" pak dosen meninggalkan kelas.
Jimin menghampiri tempat dudukku.
"Soo-Ah ya, udah dapet kelompok?" tanya Jimin.
"(geleng kepala) Ajjik" jawabku
"Jjoah (bagus). Kita satu kelompok ya. Sisanya terserah kamu mau ajak siapa"
"Eung. Arraseo(baiklah)" jawabku sambil menganggukkan kepala sedikit tidak yakin.
"Pinjem hape dong sebentar" pinta Jimin.
Aku berikan handphoneku tanpa memikirkan apapun.
Jimin mengotak atik handphone ku. Kemudian terdengan suaru nada dering dari handphond Jimin.
"Yeogi (ini) [Jimin mengembalikan handphoneku]. Hubungi aku ya. Aku harus pergi sekarang. Mianhae (maaf)"
"Telfon aku ya. Kkuuuk~ (harus) anyeong" Jimin melambaikan tangan dan meninggalkan kelas.
"Soo-Ah ya" suara cewek memanggilku dari bangku sebelahku. Aku menoleh.
"Aku ikut kelompok kamu dong. Boleh ya" kata Son Naeun. Gadis cantik berambut hitam panjang berwajah mungil dengan suara halus. Dia pintar dan cukup populer, tapi dia jarang bergaul sama sepertiku. Dia juga sedikit pemalu. Bedanya dia banyak yang deketin walaupun agak pendiam namun ramah. Kalo aku, hahh boro - boro ada yang deketin. Mereka dateng ke aku kalau ada perlu saja.
"Eung. Kkeurae(oke)" jawabku tanpa pikir panjang.
Kelompokku sudah penuh dengan 3 orang anggota. Aku, Jimin dan Naeun. Wow. Aku juga tak menyangka aku sekelompok dengan orang-orang yang populer di kampus.
"Soo-Ah ya, rumah kamu dimana? Nanti kita kerja kelompok dimana? Oiya satu lagi anggotanya siapa?" tanya Naeun penasaran. Aku cukup kaget dengan sikap Naeun yang ternyata penuh dengan rasa penasaran yang terpancar dari tatapan matanya yang berbinar.
"Hmm. Park Jimin" jawabku
"Oooh Jimin. Terus kapan kita mulai kerja kelompoknya?" tanya Naeun.
"Naeil ottae? (kalau besok gimana). Karena aku harus kerja hari ini dan Jimin tidak bisa hari ini jadi aku pikir besok bisa mulai kerja kelompok." jelasku.
"Kkeurae. Besok hubungi aku aja ya." Naeun setuju.
Aku cukup mengenal Naeun. Karna awal masuk kuliah aku sempat dekat dengannya hingga suatu saat aku dan Naeun terlalu sibuk dengan urusan masing-masing yang membuat jarak kita menjadi jauh. Dan setelah sekian lama Naeun akhirnya yang menghampiriku duluan. Aku senang.
***
Keesokannya.
"Eo, wasseo(oh udah dateng)" sapa ku ke Jimin dari balik meja kasir ditempatku bekerja.
"Tunggu aja dulu Naeun juga belum dateng" pintaku ke Jimin untuk duduk menunggu.
"Mau minum apa?" tidak lupa dengan pekerjaanku.
"Caffe Latte?" tanyaku. Jimin menjawab dengan anggukan dan senyuman. Kemudian ia menuju tempat duduk.
"Soo-Ah ya. Anyeong" Naeun tiba.
"Eo. Naeun-a. Duduk situ Jimin udah dateng" sambil menunjuk ke arah tempat Jimin duduk.
"Mau minum apa?" tanyaku.
"Affogatto 1 red velvet cake 1" kata Naeun sambil mengulurkan credit cardnya.
"Gausah. Aku yang traktir" kataku.
"Eo? Jjinjja? Gomawo Soo-Ah ya" kata Naeun girang dan menuju kursi tempat Jimin duduk.
Jimin dan Naeun tampak sudah mengenal satu sama lain. Mereka langsung mengobrol setelah bertemu.
Aku menghampiri mereka berdua dengan membawa nampan yang berisikan Caffe Latte untuk Jimin, Affogatto dan red velvet cake untuk Naeun dan Strawberry latte untukku.
"Oh iya ini aku lupa bayar tadi" Jimin menyerahkan credit cardnya.
"Aniyo. Ttaesseo (udah gausah) Soo-Ah yang traktir kita hari ini" kata Naeun mencegah Jimin memberikan credit cardnya. Jimin bingung dan menatapku. Aku mengangguk.
"Gomawo" kata Jimin dengan suaranya yang lembut dan tersenyum sambil menikmati caffe lattenya.
Kita bertiga mulai kerja kelompok dengan serius. Aku juga terkejut. Ku kira Jimin akan bosan dengan hal yang berbau pelajaran. Namun termyata ia sangat serius dalam berdiskusi. Begitu juga Naeun. Hahah aku merasa kelompokku ada team Avengers.
Beberapa jam telah berlalu dari sore hingga tak terasa hari sudah gelap. Matahari berganti menjadi bulan. Pukul 8 malam kita akhirnga bisa bersantai. Aku merasa sedikit bersalah. Karena kerja kelompoknya membutuhkan waktu yang lama karena aku juga sambil bekerja melayani pelanggan. Tapi mereka tidak apa-apa.
Handphone Jimin berdering. Jimin mengangkat panggilan dari handphonenya.
"Yeobseo?(halo). Oo. Wwae? (kenapa). Sekarang lagi di caffe deket kampus. Oo. Yaudah kesini aja. Oo~" Jimin mengakhiri pembicaraannya di telepon.
"Siapa? Ada yang mau kesini?" tanya Naeun yang penasaran.
"Iya. Liat aja nanti" jawab Jimin.
Beberapa menit kemudian. Pintu caffe terbuka. Aku langsung berlari untuk menyambut namun belum aku sampai ke meja kasir aku melihat Taemin datang dengan topi, kaos hitam dilapisi jaket kulit dan jeans hitam dengan sepatu kets.
"Oo. Soo-Ah ssi anyeong" sapa Taemin yang langsung menuju tempat duduk Jimin dan Naeun.
Aku kembali lagi ke tempat dudukku.
"Taemin-ssi mau minum apa?" tak lupa aku menawarkan daganganku.
"Hmmm. Ice americanno 1" jawab Taemin.
Aku kembali ke meja kasir dan membuatkan pesanan Taemin.
Aku kembali menghampiri mereka dengan Ice Americanno pesanan Taemin.
Naeun tidak seperti biasanya. Ia cenderung diam malu. Sedangkan Taemin dan Jimin berbicara dengan santai.
"Naeun-a kenapa?" tanyaku berbisik ke Naeun.
Pipi Naeun langsung berseri dan memerah.
Naeun mengetikkan sesuatu di handphonenya dan menunjukkannya pada ku.
"ada Taemin. Aku malu" isi pesan Naeun. Aku langsung mengerti.
Jimin sudah mengenalkan Taemin ke Naeun sejak tadi. Naeun sepertinya menyukai Taemin.
Akhirnya kami mengobrol bersama. Aku mencoba untuk menghilangkan rasa gugup Naeun dengan menjadi lebih aktif berbicara. Hahah tidak biasanya aku seperti ini. Tapi entah mengapa, aku nyaman dan senang berkumpul dengan mereka. Awalnya aku berpikir geng Five Pretties Boys orang-orangnya sombong. Tapi tidak sama sekali. Aku jadi tau mengapa mereka begitu terkenal. Mereka tampan, ramah dan baik. Tapi cewek-cewek dikampus suka menyalah artikan kebaikan dan keramahan mereka.
Tak terasa jam 10 malam. Kafe ku harus tutup dan dikafe tinggal aku, senior, dan mereka bertiga. Aku dan seniorku merapikan kafe ku. Tak ketinggalan mereka juga ikut membantuku. Aku sangat berterimakasih.
Kita berempat pulang bersama sampai di perempatan kita berpisah. Kebetulan arah kosan dan rumah Naeun tinggal satu arah. Jadi, aku dan Naeun kita berpisah dengan Jimin dan Taemin karna arah jalan pulang kita bebeda.
Sambil berjalan aku memberanikan diri bertanya pada Naeun.
"Naeun-a. Kamu suka Taemin ya?" tanyaku.
"Heheh. Iya. Sebenernya udah lama. Tapi aku malu setiap ketemu dengannya.
Benar dugaanku. Naeun menyukai Taemin.
***
Setibanya aku di kosan handphone ku menyala kulihat ada sebuah pesan masuk.
"Udah sampai?" 1 pesan masuk dari Jimin.
"Iya. Kamu?" balasku.
"ya. Aku juga sudah di rumah. Udah mau tidur?" balas Jimin lagi.
"belum. Ada yang harus aku lakukan dulu. Habis itu tidur"
"Oh begitu. Yaudah aku tidur duluan ya. Jangan tidur terlalu malam. Tidak baik. Jjalja~ (selamat tidur)"
"Ooo. Jjalja" balasku singkat.
Selang beberapa detik kemudian Jimin menelponku.
"Yeoboseyo?" aku mengangkat panggilan teleponnya.
"Oo... Lagi apa?" tanya Jimin.
"Ga lagi ngapa-ngapain" jawabku singkat.
"Udah makan? " tanya Jimin.
"Udah kan tadi di kafe"
"Ya. Aniii~ maksudku udah makan nasi dengan benar belum tadi itu bukan makan. Itu ngemil cuma makan kue sepotong doang"
"Aaa~ belum. Aku sudah kenyang"
"Lagi diet ya?Makan segitu aja udah kenyang?"
"Engga.."
"hmm. Yaudah deh. Tapi aku lapar. Kalau kamu lapar juga temui aku di minimarket dekat kosanmu. Aku tunggu kamu disitu"
"ha???" aku terkejut.
"Ppalli waaa (cepet dateng)" Kata Jimin. Belum aku membalas teleponnya sudah dimatikan.
Aku bingung. Namun aku bergegas memakai jaket dan menuju minimarket.
Untung aku belum berganti pakaian. Hanya tambahan jaket saja untuk menghangatkan tubuhkan dari angin malam.
Aku berjalan ke supermarket dekat kosanku. Benar saja. Jimin ada di dalam minimarket dengan dua cup ramyeon dan beberapa ssamkimbab (onigiri).
Jimin melihatku dari dalam dan langsung melambaikan tanganku seakan akan menyuruhku untuk cepat mengahampirinya. Aku berlari kecil mdan menghampiri Jimin.
"Jjaa~ (okee) nih makan" Jimin memberikanku sumpit dan membukakan cup ramyeon milikku. Ia juga membukakan ssamkimbab untuk kemudian dicampur kedalam ramyeon tak lupa sudah ada keju leleh di dalam ramyeon.
Aku hanya melihatnya dengan heran.
"Kenapa bengong. Cepat makan keburu mienya mengembang" suruh Jimin yang menyadarkanku dari lamunan.
Ya, karena aku juga lapar aku mulai memakan ramyeonku.
"Hahhaha Jjalmoknae (kamu makannya lahap juga)"
Mendengar Jimin berkata seperti itu membuatku tersedak. Jimin buru buru memberikanku minum.
"Soo-Ah ya. Diantara aku, Taemin, Sungwoon, Jongin dan Moonkyu, siapa yang kamu suka?" tiba tiba tanya Jimin.
Aku langsung berhenti mengunyah dan menatap Jimin.
"Coba pilih. Aku mau tau" kata Jimin penasaran sambil mengambil sebutir nasi di pipiku dengan tangannya.
Aku langsung malu dan menunduk.
"Mollayo (tidak tahu)" ku gelengkan sedikit kepalaku.
"Ya, jjinjja? Apa diantara kita berlima ga ada yang kamu suka? Aku serius".
Aku hanya bisa terdiam. Tak bisa menjawab. Pertanyaannya sungguh mendadak. Aku tak siap. Tapi bukannya aku tak suka mereka dan juga aku tak tau aku suka dengan siapa diantara mereka. Karena aku tau diri aku siapa. Tak mungkin aku bisa berhubungan dengan dengan salah satu dari mereka.
Keheningan selama beberapa menit terjadi. Hingga akhirnya.....
"Soo-Ah ya. Nan Ottae?(kalau aku gimana)" tanya Jimin.
"Aku suka kamu" kata Jimin sambil menoleh dan menatapku dengan mata yang jernih dan yakin. Aku yang kaget juga menatap Jimin. Kedua mata kita bertemu dan bertukar pandang cukup lama. Sekali lagi....
"Aku suka kamu Hwang Soo-Ah"
[TO BE CONTINUED]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar